11 Rekomendasi WiFi Murah 100 Ribuan per Bulan Terbaik 2026

03 Nov 2025 Diperbarui 01 Jul 2026 19 Menit baca 84075 Pembaca
Internet
WiFi murah 100 ribuan per bulan terbaik 2025
Bagikan artikel!

Cari WiFi Murah 100 Ribuan per Bulan?

2026 Gak perlu bingung.
Sekarang, sudah banyak provider yang menawarkan paket internet murah dengan harga mulai 100rb-an tapi tetap cepat dan stabil.

Mulai dari provider lokal Bali seperti Remora dan Bali Fiber, sampai provider yang berskala besar di Indonesia seperti Iconnet, MyRepublic, dan CBN semua punya paket internet dengan harga ramah di kantong.

Simak daftar lengkapnya di bawah ini biar kamu bisa pilih yang paling cocok buat kebutuhanmu! 

Baca Juga : WiFi Murah 100rb-an vs Paket 200rb-an, Mana Lebih Worth It & Cepat?

Daftar Provider & Paket WiFi Murah 100 Ribuan-an per Bulan

1. Remora – Paket Broadband 30 Mbps (Rp199.000/bulan)

Paket 30 Mbps Remoora

Kalau kamu tinggal di Bali, Remora bisa jadi salah satu pilihan WiFi lokal terbaik.
Dengan harga Rp199 ribuan, kamu udah bisa dapetin kecepatan 30 Mbps yang cukup buat streaming, kerja, dan main game ringan.
Kelebihan Remora ada di layanan cepat tanggap dan koneksi stabil di area lokal Bali. Dan yang pastinya kamu juga bisa langsung berlanggan Paket Broadband 30 Mbps dari Remoora ini melalui Konek Market

Area jangkauan:

Remoora berfokus di wilayah Bali dan sekitarnya, terutama di area Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

2. Megavision - Paket Silver 20 Mbps Rp185.000/bulan

Megavision merupakan penyedia layanan internet berbasis fiber optic yang sudah beroperasi cukup lama di berbagai daerah di Indonesia.
Paket Silver 20 Mbps cocok untuk pengguna rumahan dengan 2–3 perangkat aktif, menawarkan kecepatan stabil untuk browsing, streaming, dan meeting online.

Area jangkauan:

Megavision beroperasi di beberapa kota besar seperti Bandung, Bali, Surabaya, Malang dan beberapa kota besar lain di Jawa Barat serta Jawa Timur, serta terus memperluas jaringan ke area permukiman.

Nah, buat kamu yang tertarik, kamu bisa langsung mengunjungi website resminya untuk mengetahui info lebih lengkapnya.

3. Megavision - Paket MegaFiber 50 Mbps Rp199.000/bulan

Masih dari Megavision, paket MegaFiber menawarkan kecepatan dua kali lipat dari paket sebelumnya, cocok untuk rumah tangga dengan banyak perangkat.
Harga tetap terjangkau di bawah Rp200 ribu dengan kualitas jaringan yang stabil dan bebas lag.

Area jangkauan:

Tersedia di Bandung, Bali, dan beberapa kota besar lain di Jawa Barat serta Jawa Timur.

4. ION Broadband - Paket Start 20 Mbps Rp169.900/bulan

ION Broadband adalah provider internet berbasis fiber yang mulai banyak digunakan di wilayah Indonesia timur dan beberapa kota besar.
Paket Start 20 Mbps-nya cocok untuk kebutuhan internet ringan hingga menengah, seperti streaming dan video call.

Area jangkauan:

ION Broadband melayani beberapa area di Bali, Lombok, dan beberapa kota besar di Indonesia Timur.

Buat kamu yang tertarik, kamu bisa langsung mengunjungi website resminya untuk mengetahui info lebih lengkapnya.

5. Detelnet - Paket Home Access 25 Mbps Rp199.800/bulan

Paket 25 Mbps Detelnet

Detelnet merupakan salah satu provider lokal Bali yang menawarkan layanan internet rumah dengan teknologi fiber optic.
Paket 25 Mbps-nya memberikan kecepatan cukup untuk aktivitas sehari-hari, seperti streaming film, kerja remote, hingga gaming ringan. 

Jika kamu tertarik dengan paket ini kamu bisa langsung berlangganan disini.

Area jangkauan:

Beroperasi di beberapa wilayah Bali, khususnya Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Baca Juga : Tips Pilih Paket WiFi 100rb-an Biar Nggak Lemot!

6. Iconnet - Paket 10 Mbps Rp135.000/bulan

Iconnet merupakan layanan internet rumah dari PLN (Perusahaan Listrik Negara).
Paket 10 Mbps-nya adalah salah satu pilihan paling terjangkau di Indonesia, dengan koneksi stabil dan layanan tanpa batas kuota (unlimited). Akan tetapi untuk harga paket 10 Mbps ini berbeda-beda di seriap lokasinya. 

Jika tertarik kamu bisa langsung kunjungi website resminya atau hubungi CS Konek Market untuk info lengkapnya.

Area jangkauan:

Tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Bali, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

7. Groovy - Paket 20 Mbps Rp194.250/bulan

Groovy dikenal sebagai provider internet yang fokus pada pengguna urban dan apartemen.
Dengan paket 20 Mbps, kamu bisa mendapatkan koneksi stabil dan customer service yang responsif.

Area jangkauan:

Groovy melayani area Jabodetabek, Bandung, Bali, dan Surabaya, dengan jaringan fiber optik yang terus berkembang. 

8. Starnet - Paket Home 10 Mbps Rp125.000/bulan

Starnet adalah salah satu provider internet murah dengan harga di kisaran Rp125 ribuan.
Paket 10 Mbps-nya cukup untuk aktivitas ringan seperti browsing, belajar online, dan streaming YouTube.

Area jangkauan:

Starnet melayani berbagai wilayah di Jawa dan Bali, dengan fokus pada area pemukiman dan kos-kosan mahasiswa.

9. MyRepublic - Paket 20 Mbps 

MyRepublic merupakan salah satu provider nasional dengan reputasi jaringan cepat dan stabil.
Harga paket 20 Mbps-nya adalah sekitar 100 rb/bulan (paket jet) hingga 205 rb /bulan tergantung pada harga promo yang dikeluarkan. Paket ini cocok untuk pengguna rumah tangga dengan aktivitas internet intensif seperti streaming dan gaming. 

Selain kecepatan stabil, mereka juga dikenal bebas FUP, jadi kamu gak perlu takut koneksi melambat.

Area jangkauan:

MyRepublic tersedia di banyak kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Nah, jika kamu yang tertarik, kamu bisa langsung mengunjungi website atau sosial media resminya untuk mengetahui info lengkapnya.

10. CBN Fiber - Paket 20 Mbps Rp187.000/bulan

CBN Fiber adalah provider internet fiber optic nasional dengan layanan stabil dan teknisi yang responsif.
Paket 20 Mbps-nya menawarkan koneksi tanpa batas (unlimited) dengan performa yang cocok untuk anak kos ataupun rumah.

Area jangkauan:

Tersedia di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, serta beberapa kota lain di Indonesia.

Kalau kamu tertarik, kamu bisa langsung mengunjungi website atau sosial media resminya untuk mengetahui info lengkapnya.

11. Bali Fiber - Paket Internet Only 15 Mbps Rp199.000/bulan

Bali Fiber adalah provider lokal Bali yang fokus menyediakan internet berkualitas tinggi untuk rumah, kos, dan bisnis kecil.
Dengan harga Rp199 ribu, pengguna bisa menikmati koneksi fiber optic 15 Mbps yang stabil dan cepat.

Area jangkauan:

Bali Fiber beroperasi di area Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan sekitarnya.

Tips Memilih WiFi 100 Ribuan yang Berkualitas

Gak cuma lihat harga, kamu juga perlu perhatikan beberapa hal berikut sebelum pasang WiFi murah:

  1. Cek jangkauan area. Pastikan provider yang kamu pilih tersedia di daerah rumah atau kos kamu.
  2. Pilih yang sudah fiber optic. Koneksi fiber lebih stabil dibandingkan jaringan tembaga atau wireless biasa.
  3. Perhatikan layanan pelanggan. Provider yang cepat tanggap akan bantu banget kalau ada kendala teknis.
  4. Pastikan tanpa batasan FUP. Supaya kecepatan internet tetap stabil sepanjang bulan.

Nah, itu dia 11 rekomendasi WiFi murah 100 ribuan per bulan terbaik yang bisa kamu pilih sesuai area dan kebutuhan.
Ingat, setiap provider punya cakupan wilayah dan kualitas jaringan berbeda, jadi pastikan kamu cek ketersediaan di daerahmu sebelum berlangganan.

Realistisnya, Dapat Apa Aja dengan WiFi 100 Ribuan per Bulan?

Sebelum buru-buru pasang, ada baiknya kamu tahu dulu ekspektasi yang masuk akal dari WiFi 100 ribuan per bulan. Soalnya banyak yang berharap dapat kecepatan kayak paket premium, padahal harga segini punya batasannya sendiri. Tapi tenang, buat kebutuhan harian rumah atau kos, paket murah begini sebenarnya udah lumayan banget.

Di rentang harga ini, kecepatan yang kamu dapat biasanya ada di kisaran 10 sampai 30 Mbps. Cukup buat streaming HD, scroll media sosial, kerja remote, sampai meeting online. Tapi kalau di rumah kamu ada lima orang nonton 4K bareng sambil download file gede, ya jelas bakal kerasa rebutan. Buat ngira-ngira kebutuhanmu, kamu bisa baca dulu pembahasan soal apakah WiFi 10 Mbps cukup ngebut atau harus upgrade.

Beberapa hal yang perlu kamu cek biar gak kecewa:

  • Unlimited atau ada FUP. Sebagian provider 100 ribuan benar-benar tanpa batas, sebagian lagi melambat setelah kuota tertentu. Tanyakan dulu sebelum daftar.
  • Biaya pasang awal. Harga bulanan murah, tapi kadang ada biaya instalasi atau deposit modem di awal. Pastikan kamu hitung total biaya bulan pertama.
  • Kontrak minimal. Ada yang minta kontrak 6 sampai 12 bulan. Kalau kamu anak kos yang sering pindah, cari yang tanpa kontrak.
  • Ketersediaan teknisi di area kamu. Provider lokal Bali kayak Remora atau Bali Fiber biasanya lebih cepat tanggap dibanding provider nasional di daerah tertentu.

Jadi, WiFi 100 ribuan per bulan itu pilihan yang masuk akal banget buat rumahan, kos, atau UMKM kecil. Kuncinya cuma satu: sesuaikan ekspektasi sama harga. Kalau kebutuhanmu masih ringan sampai sedang, paket murah ini udah lebih dari cukup buat nemenin aktivitas online kamu sehari-hari.

Cara Cek WiFi 100 Ribuan yang Tersedia di Daerah Kamu

Masalah paling sering pas nyari WiFi 100 ribu per bulan sebenarnya bukan di harganya, tapi di ketersediaannya. Provider yang murah di satu kota belum tentu narik kabel sampai ke daerah kamu. Jadi sebelum jatuh hati sama satu paket, cek dulu jangkauannya. Soalnya percuma incer paket Rp125 ribuan kalau ternyata jaringannya belum masuk ke gang rumahmu.

Nah, ini langkah gampang buat mastiin paketnya beneran bisa dipasang di tempat kamu:

  • Catat alamat lengkap sampai RT/RW. Jangkauan fiber sering beda cuma kepaut beberapa ratus meter. Makin detail alamatnya, makin akurat hasil ceknya.
  • Bandingin beberapa provider sekaligus. Daripada buka satu per satu website provider, kamu bisa cek ketersediaan banyak provider barengan lewat Konek Market berdasarkan lokasimu.
  • Tanya tetangga yang udah pasang. Ini cara paling jujur. Kalau rumah sebelah udah pakai provider tertentu dan koneksinya lancar, kemungkinan besar di tempatmu juga aman.
  • Konfirmasi ke CS sebelum bayar. Pastikan teknisi beneran bisa datang ke alamatmu, bukan cuma "area terjangkau" di peta tapi nyatanya infrastrukturnya belum ada.

Buat kamu yang tinggal di Bali, kabar baiknya provider lokal kayak Remora, Detelnet, dan Bali Fiber biasanya punya jangkauan yang rapat di area Denpasar, Badung, sampai Gianyar. Tapi kalau kamu di luar Bali, provider nasional kayak Iconnet dan CBN sering jadi pilihan paling aman soal ketersediaan. Kalau masih ragu mau pasang kapan, baca dulu panduan waktu terbaik berlangganan WiFi 100 ribuan biar kamu daftar di momen yang paling untung.

Tabel Perbandingan WiFi Murah 100 Ribuan per Provider

Biar kamu gak perlu scroll bolak-balik buat bandingin satu per satu, ini rangkuman semua pilihan WiFi murah 100 ribuan di atas dalam satu tabel. Tinggal lihat kecepatan, harga, sama area jangkauannya, lalu cocokin sama kebutuhan dan budget kamu. Inget ya, harga di bawah ini bisa berubah tergantung promo yang lagi jalan, jadi tetap konfirmasi ke providernya sebelum daftar.

ProviderKecepatanHarga per BulanArea Jangkauan
Remora30 MbpsRp199.000Bali (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan)
Megavision Silver20 MbpsRp185.000Bandung, Bali, Surabaya, Malang
Megavision MegaFiber50 MbpsRp199.000Bandung, Bali, Jabar, Jatim
ION Broadband20 MbpsRp169.900Bali, Lombok, Indonesia Timur
Detelnet25 MbpsRp199.800Bali (Denpasar, Badung, Gianyar)
Iconnet10 Mbpsmulai Rp135.000Hampir seluruh Indonesia
Groovy20 MbpsRp194.250Jabodetabek, Bandung, Bali, Surabaya
Starnet10 MbpsRp125.000Jawa dan Bali
MyRepublic20 Mbpsmulai Rp100.000 (paket promo)Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Medan
CBN Fiber20 MbpsRp187.000Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali
Bali Fiber15 MbpsRp199.000Bali (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan)

Dari tabel ini kelihatan jelas, pilihan WiFi murah 100 ribuan paling banyak datang dari provider lokal Bali sama beberapa pemain nasional. Kalau patokan utamamu harga paling miring, Starnet (Rp125 ribuan) dan Iconnet (mulai Rp135 ribuan) jadi yang paling ramah kantong. Tapi kalau kamu pengen kecepatan paling tinggi di rentang harga ini, Megavision MegaFiber 50 Mbps jelas paling ngebut. Nah, buat anak kos atau rumahan yang pemakaiannya ringan, paket 10 sampai 20 Mbps biasanya udah cukup banget. Sebelum fix pilih satu, pastiin dulu providernya beneran narik kabel sampai alamat kamu lewat Konek Market biar gak gagal di tengah jalan.

Simulasi WiFi Murah 100 Ribuan Sesuai Kebutuhan Kamu

Biar gak salah pilih, ini gambaran nyata WiFi murah 100 ribuan kalau dipasang buat tiga tipe pengguna yang paling umum. Soalnya paket yang pas buat anak kos belum tentu nyaman dipakai keluarga yang isinya lima orang. Kuncinya cocokin jumlah pemakai sama kecepatan, bukan asal ambil yang paling miring harganya.

Anak kos atau yang tinggal sendiri

Buat kamu yang ngekos atau tinggal sendirian, paket 10 Mbps udah lebih dari cukup. Browsing, scroll medsos, streaming YouTube, sampai meeting online jalan mulus tanpa drama. Pilihan paling ramah kantong di rentang ini ada Starnet (Rp125 ribuan) atau Iconnet (mulai Rp135 ribuan). Cari yang tanpa kontrak ya, soalnya anak kos kan sering pindah.

Keluarga kecil di rumah

Kalau di rumah ada 3 sampai 4 orang yang online bareng, naik dikit ke 20 sampai 30 Mbps biar gak rebutan pas jam sibuk. Paket kayak Remora 30 Mbps atau Megavision 20 Mbps masih masuk budget 100 ribuan-an dan cukup buat streaming HD di beberapa perangkat sekaligus. Anak nonton kartun, kamu meeting, semua tetap lancar.

UMKM atau kerja dari rumah

Nah, buat yang jualan online atau kerja remote, stabilitas justru lebih penting daripada angka kecepatan. Pilih provider yang beneran unlimited tanpa FUP dan teknisinya cepat tanggap kalau ada gangguan. Soalnya koneksi mati sebentar aja bisa bikin orderan atau meeting penting kabur. Paket 20 Mbps ke atas dari provider lokal yang responsif biasanya jadi pilihan paling aman.

Apapun tipe kamu, langkah amannya tetap sama. Cek dulu provider mana yang narik kabel sampai alamatmu lewat Konek Market, baru bandingin harga sama kecepatannya. Jadi kamu dapat WiFi murah 100 ribuan yang beneran cocok, bukan cuma murah di brosur.

WiFi 100 Ribu per Bulan vs Kuota HP, Hemat Mana?

Ini pertanyaan klasik anak kos dan keluarga kecil. Mending langganan WiFi 100 ribu per bulan atau cukup andalin kuota HP? Jawabannya balik lagi ke pola pakai kamu, tapi kalau dihitung per gigabyte, WiFi hampir selalu menang.

Coba bandingin kasar. Kuota HP 100 ribuan biasanya dapat sekitar 20 sampai 40 GB, dan itu habis cepat kalau kamu sering streaming atau video call. Sementara WiFi 100 ribuan rata-rata unlimited atau punya kuota gede banget, jadi kamu bisa nonton, kerja, dan download tanpa mikirin sisa kuota tiap hari.

  • Banyak perangkat? WiFi jelas menang. Satu langganan bisa nyambungin HP, laptop, TV, sampai CCTV sekaligus. Kuota HP cuma buat satu perangkat, kecuali kamu tethering dan baterai cepat tekor.
  • Sering pindah-pindah? Kuota HP lebih fleksibel. Anak kos yang jarang di rumah kadang malah lebih cocok pakai data seluler.
  • Kerja dari rumah atau jualan online? WiFi wajib. Stabilitasnya jauh lebih bisa diandalkan buat meeting panjang dan upload foto produk.

Jadi kalau kamu di rumah lebih dari beberapa jam sehari dan punya lebih dari satu perangkat, WiFi 100 ribu per bulan biasanya lebih hemat sekaligus lebih nyaman. Kuota HP tetap berguna sebagai cadangan pas listrik mati atau lagi di luar. Mau cek provider WiFi 100 ribuan yang masuk ke alamatmu? Bandingin langsung di Konek Market sebelum mutusin.

Adakah WiFi yang Benar-Benar 100 Ribu per Bulan, Bukan 100 Ribuan?

Pas kamu nyari WiFi 100 ribu per bulan, ada satu hal yang sering bikin keki. Kebanyakan paket yang muncul ternyata harganya 125 sampai 199 ribuan, bukan pas seratus ribu. Soalnya kata "100 ribuan" itu rentang, sementara "100 ribu" itu angka pasti. Biar ekspektasi kamu gak meleset, kita pisahin dulu dua hal ini.

Paket yang beneran nyentuh angka Rp100.000 atau sedikit di bawahnya biasanya muncul lewat promo, bukan harga normal. Contohnya MyRepublic lewat paket Jet yang harga promonya bisa mulai sekitar Rp100 ribu per bulan. Di luar promo, opsi paling miring biasanya ada di Starnet (mulai Rp125 ribuan) dan Iconnet (mulai Rp135 ribuan). Jadi kalau kamu ngotot di angka pas 100 ribu, mau gak mau harus berburu paket promo atau paket entry 10 Mbps.

Biar gak ketipu harga brosur, ini yang perlu kamu cek sebelum daftar:

  • Harga promo vs harga normal. Banyak paket Rp100 ribu cuma berlaku 3 sampai 6 bulan pertama, lalu naik. Tanyakan harga setelah masa promo habis.
  • Biaya pasang dan modem. Bulanannya 100 ribu, tapi instalasi awal kadang ratusan ribu. Hitung total bulan pertama biar gak kaget.
  • Kecepatan di angka itu. WiFi 100 ribu per bulan rata-rata dapat 10 Mbps. Cukup buat satu sampai dua orang, tapi jangan harap lancar buat satu rumah penuh.

Jadi, WiFi 100 ribu per bulan itu nyata, tapi stoknya terbatas dan sering berupa promo. Cara paling cepat nemuinnya, bandingin paket promo dari beberapa provider sekaligus di Konek Market sesuai alamat kamu.

Langkah Pasang WiFi Murah 100 Ribuan dari Cek sampai Aktif

Udah nemu paket WiFi murah 100 ribuan yang sreg di hati? Tahap berikutnya tinggal pasang. Banyak orang ngebayangin prosesnya ribet, padahal dari cek alamat sampai internet nyala biasanya cuma butuh beberapa hari aja. Biar kamu gak bingung pas hari H, ini urutan lengkapnya dari awal sampai koneksi siap dipakai.

  1. Cek ketersediaan di alamatmu. Ini langkah paling penting dan sering dilewatin. Pastikan dulu providernya beneran narik kabel sampai rumah atau kosmu. Cara paling cepat, bandingin beberapa provider sekaligus berdasarkan lokasi lewat Konek Market.
  2. Pilih paket sesuai kebutuhan. Cocokin kecepatan sama jumlah pemakai di rumah. Anak kos cukup 10 Mbps, keluarga kecil enaknya naik ke 20 sampai 30 Mbps biar gak rebutan.
  3. Daftar dan konfirmasi ke CS. Isi data diri sama alamat lengkap sampai RT/RW. Tanyakan juga biaya pasang awal sama harga setelah masa promo habis, biar gak kaget di tagihan berikutnya.
  4. Tunggu survey dan instalasi. Teknisi bakal datang buat narik kabel dan masang modem. Proses ini biasanya 1 sampai 3 hari kerja, tergantung antrean di area kamu.
  5. Aktivasi dan tes kecepatan. Begitu modem nyala, sambungin perangkatmu lalu cek kecepatannya. Kalau hasilnya jauh di bawah paket yang kamu beli, langsung lapor ke CS biar dicek ulang.

Nah, satu hal yang sering kelupaan, siapin orang di rumah pas hari instalasi. Soalnya teknisi butuh akses ke titik pemasangan modem. Lalu kalau suatu saat paketmu kerasa lemot dan pengen naik kelas, kamu gak perlu pasang ulang dari nol kok. Tinggal baca cara upgrade kecepatan WiFi 100 ribuan kalau udah lemot, prosesnya jauh lebih simpel dibanding pasang baru.

Kesalahan yang Bikin WiFi 100 Ribu per Bulan Malah Terasa Mahal

Banyak orang kecewa sama WiFi 100 ribu per bulan bukan karena paketnya jelek, tapi karena salah langkah pas milih. Padahal dengan sedikit lebih teliti, paket semurah ini bisa kerasa jauh lebih worth it. Nah, ini beberapa jebakan yang paling sering bikin nyesel biar kamu bisa hindarin dari awal.

  • Cuma lihat harga bulanan. Angka Rp100 ribuan di brosur emang menggoda, tapi kamu lupa ngecek biaya pasang, deposit modem, sama harga setelah promo habis. Hitung dulu total tahun pertama, baru bandingin.
  • Ambil kecepatan paling murah buat rumah rame. Paket 10 Mbps enak buat sendirian, tapi kalau di rumah ada empat orang streaming bareng ya pasti rebutan. Sesuaikan kecepatan sama jumlah pemakai, jangan cuma kejar yang paling miring.
  • Gak nanya soal FUP. Sebagian paket melambat drastis begitu lewat kuota tertentu. Kalau kamu tipe yang sering download atau streaming, pastiin dulu paketnya beneran unlimited.
  • Skip cek ketersediaan. Udah jatuh hati sama satu paket, eh ternyata providernya belum narik kabel sampai gang rumahmu. Cek jangkauannya dulu sebelum kadung baper.
  • Gak baca kontrak. Ada provider yang minta kontrak 6 sampai 12 bulan plus penalti kalau berhenti di tengah jalan. Anak kos yang sering pindahan wajib ekstra hati-hati soal ini.

Intinya, WiFi 100 ribu per bulan itu pilihan cerdas asal kamu gak asal comot yang paling murah. Luangin waktu sebentar buat bandingin harga, kecepatan, sama ketersediaan lewat Konek Market, biar uang 100 ribuan kamu bener-bener kepakai maksimal tiap bulan.

Trik Patungan biar WiFi 100 Ribu per Bulan Makin Murah

Kalau kamu ngerasa WiFi 100 ribu per bulan pun masih berat, ada trik lama yang sampai sekarang masih ampuh: patungan. Banyak anak kos dan penghuni kontrakan urunan satu langganan, lalu dibagi rata. Hasilnya, biaya per orang bisa turun jauh di bawah seratus ribu tanpa harus ngorbanin kecepatan.

Logikanya simpel. Daripada tiga orang masing-masing beli kuota HP 100 ribuan yang cepat habis, mending patungan satu paket WiFi 30 Mbps seharga Rp199 ribuan. Dibagi tiga, per orang cuma bayar sekitar Rp66 ribu, dapat koneksi unlimited pula. Tapi biar gak jadi sumber ribut, ada beberapa hal yang perlu kamu sepakatin dulu:

  • Tentukan siapa pemegang akun. Satu orang jadi penanggung jawab tagihan dan komunikasi ke CS, sisanya transfer tepat waktu tiap bulan.
  • Bagi biaya awal juga, bukan cuma bulanan. Biaya pasang dan deposit modem sebaiknya ikut dibagi rata dari awal biar adil.
  • Sepakati aturan pemakaian. Kalau ada yang hobi download film seharian, wajar kalau porsinya beda. Obrolin dari awal biar gak baper belakangan.
  • Pikirin posisi router. Taruh di titik tengah biar sinyal rata ke semua kamar. Kalau kamar kejauhan, tambah WiFi extender murah biar tetap kebagian.

Buat kos yang penghuninya sering ganti, pilih provider tanpa kontrak biar gampang berhenti kalau formasi patungan bubar. Nah, sebelum ngajak teman patungan, cek dulu provider mana yang jangkauannya sampai ke kos kamu lewat Konek Market. Percuma udah sepakat urunan kalau ternyata kabelnya belum masuk. Dengan patungan yang diatur rapi, target WiFi 100 ribu per bulan bahkan bisa kamu tembus lebih murah, dan semua penghuni tetap dapat internet ngebut.

WiFi 100 Ribu per Bulan buat Villa, Kos, dan Homestay di Bali

Punya kos, kontrakan, atau homestay kecil di Bali? WiFi 100 ribu per bulan bisa jadi fasilitas yang bikin tempatmu makin dilirik penyewa, apalagi kalau target pasarmu anak kos, mahasiswa, atau turis yang kerja remote. Soalnya sekarang internet udah jadi kebutuhan pokok, bukan sekadar pemanis. Tamu betah, sewa jalan terus, kamu juga gak pusing dikomplain gara-gara koneksi lemot.

Tapi kebutuhan pemilik properti beda sama pengguna rumahan biasa. Kamu bukan cuma mikirin diri sendiri, tapi banyak orang yang pakai bareng dalam satu jaringan. Ini beberapa hal yang perlu kamu timbang dulu:

  • Jumlah kamar dan penghuni. Kalau kosmu isinya 5 kamar ke atas, paket 10 Mbps bakal kerasa sesak pas jam sibuk. Naik ke 30 Mbps atau lebih biar semua tetap kebagian.
  • Posisi router dan extender. Bangunan bertingkat atau kamar yang berjauhan butuh titik pancar tambahan. Sisihin sedikit buat WiFi extender murah biar sinyal rata sampai kamar pojok.
  • Provider yang responsif. Kalau internet mati di properti sewaan, komplain datang serentak. Provider lokal Bali kayak Remora atau Bali Fiber biasanya lebih cepat kirim teknisi dibanding provider nasional di area tertentu.
  • Sistem bagi biaya. Buat kos, kamu bisa masukin biaya WiFi ke harga sewa atau patungan antar penghuni. Hitung biar tetap balik modal tanpa bikin sewa jadi kemahalan.

Buat homestay atau villa yang nerima tamu harian, stabilitas jauh lebih penting daripada harga paling miring. Tamu yang kerja remote gampang kasih review jelek kalau Zoom-nya putus-putus. Jadi pilih paket yang beneran unlimited dan nyaman buat beberapa perangkat sekaligus. Sebelum pasang, cek dulu provider mana yang jangkauannya sampai ke alamat propertimu lewat Konek Market, terus bandingin harga sama kecepatannya biar dapat WiFi 100 ribu per bulan yang beneran cocok buat properti sewaanmu.

FAQ Seputar WiFi 100 Ribu per Bulan

Masih ada beberapa hal yang sering ditanyain orang sebelum pasang WiFi 100 ribu per bulan. Biar kamu gak ragu, kita rangkum jawaban yang paling sering muncul di bawah ini.

Apakah WiFi 100 ribu per bulan beneran ada?

Ada kok. Beberapa provider kayak Starnet (mulai Rp125 ribuan) dan Iconnet (mulai Rp135 ribuan) main di rentang harga ini. Cuma memang kecepatannya nyantai di kisaran 10 Mbps. Buat browsing, belajar online, dan streaming YouTube sehari-hari sih udah cukup.

Kecepatan WiFi 100 ribuan cukup buat berapa orang?

Idealnya buat 2 sampai 3 orang dengan pemakaian ringan sampai sedang. Nah, kalau di rumah ada 4 orang lebih yang streaming bareng atau sering download file gede, mending naik ke paket 20 sampai 30 Mbps biar gak rebutan bandwidth.

WiFi murah 100 ribuan apakah pakai FUP?

Tergantung providernya. Sebagian benar-benar unlimited tanpa FUP, sebagian lagi bakal melambat setelah lewat kuota tertentu. Soalnya ini sering jadi sumber kekecewaan, tanyakan dulu ke CS sebelum kamu daftar.

Gimana cara langganan WiFi 100 ribuan paling gampang?

Kamu bisa cek ketersediaan dan bandingkan paket dari banyak provider sekaligus lewat Konek Market. Jadi gak perlu buka satu-satu website provider. Tinggal pilih yang cocok sama area dan budget kamu, lalu langganan langsung dari situ.

Apa bedanya WiFi 100 ribuan sama 200 ribuan?

Selisihnya biasanya ada di kecepatan dan kestabilan pas jam sibuk. Kalau kamu penasaran mana yang lebih worth it, kita udah bahas lengkap di perbandingan WiFi 100rb-an vs paket 200rb-an.

Kamu bisa langsung cek, bandingkan harga, dan berlangganan melalui platform seperti  Konek Market biar lebih cepat, mudah, dan hemat!

Dan kalau masih bingung pilih paket yang paling pas, kamu juga bisa langsung hubungi kami lewat WhatsApp untuk mendapatkan rekomendasi terbaik. 

Topik
wifi
Ditulis oleh
Foto profil author
Admin Konek
0 Komentar
Terbaru
Tambahkan Komentar
+62

Artikel Lainnya